Keberhasilan Marc Marquez di Le Mans: Mengalahkan Pecco dalam Perang Psikologis

Marc Marquez berhasil menyalip Francesco Bagnaia di detik-detik terakhir GP Prancis, memenangkan pertarungan mental melawan rivalnya. Pembalap Gresini ini menunjukkan performa luar biasa di lap terakhir, melampaui pebalap pabrikan Ducati dan meraih posisi kedua di Le Mans.

Marquez memanfaatkan keuntungan psikologis setelah kekalahannya di balapan wheel-to-wheel melawan Bagnaia di Jerez, menunjukkan tekad dan keahlian yang tak tertandingi. “Biasanya, memulai dari grid ke-13 berarti Anda tidak punya peluang,” kata Sylvain Guintoli kepada TNT Sports. “Bahkan jika Anda memiliki awal yang baik dan tidak membuat kesalahan, Anda akan terjebak dalam pertempuran yang membuang waktu.”

Marquez menunjukkan kemampuannya dengan memanfaatkan kesalahan Maverick Vinales, membuat setiap kesempatan menjadi berarti. “Dia mampu membuat umpan-umpannya melekat dan tidak kehilangan waktu,” tambah Guintoli.

Pertarungan Marquez dengan Fabio di Giannantonio juga berlangsung bersih, dengan Giannantonio dua kali mencoba membalas. Namun, di lap terakhir, Marquez melancarkan serangan yang sulit dipercaya terhadap Bagnaia, menutup setiap celah dan mempertahankan posisinya dengan sempurna.

“Dari sudut mana pun Anda melihatnya, tidak mungkin menghentikan Marquez,” jelas Guintoli. “Dia bertahan di bagian terakhir, menutup garis sehingga Pecco tidak bisa merebut kembali posisi kedua.”

Kemenangan ini bukan hanya soal posisi di trek, tetapi juga kemenangan mental bagi Marquez, yang sebelumnya kalah di Jerez. “Ini penting bagi Marc dan Pecco,” kata Guintoli. “Ini adalah permainan mental yang sangat berpengaruh untuk sisa musim ini. Marc mendapatkan kepercayaan dirinya kembali.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *